Bukan Sekedar Seremonial

Setiap tanggal 21 April, para perempuan Indonesia selalu bersemangat untuk memperingati hari kelahiran Kartini. Mulai dari institusi pendidikan sampai  ke pelosok pedesaan mengadakan berbagai kegiatan untuk memeriahkan hari Kartini tersebut. Sebagian besar kegiatan yang selama ini nampak adalah “Lomba Kebaya”.  Kaum perempuan, baik tua ataupun muda berlenggak-lenggok penuh gaya di atas panggung. Yang mendapat piala atau penghargaan adalah mereka yang paling anggun membawakan kain kebaya di atas panggung.

Saya menjadi teringat, ketika beberapa tahun lalu, ibu Suzzana Eddy Yusuf (yang pada saat itu suaminya menjabat sebagai Bupati Ogan Komering Ulu), justru memberikan penghargaan kepada seorang ibu yang bekerja sebagai cleaning service di sebuah Rumah Sakit di daerah tersebut. Beliau benar-benar seorang ibu yang berjiwa Kartini karena mempunyai semangat berjuang yang tinggi sehingga keempat anaknya sukses menjadi sarjana dan mendapat pekerjaan/penghidupan yang layak. Meskipun suami si ibu tersebut berprofesi sebagai tukang becak, tetapi semangat mereka untuk menyekolahkan anaknya hingga Perguruan Tinggi tak pernah padam. Dan, setelah keempat anaknya sukses menjadi “orang”, si ibu tetap tidak mau menggantungkan hidupnya pada anak-anaknya. Si Ibu memilih untuk mandiri, dengan tetap bekerja sebagai cleaning service.

Dari paparan tersebut dapat kita ambil contoh tentang kegiatan atau acara yang sebenarnya cocok diterapkan pada hari Kartini, bukan sekedar seremonial belaka tanpa tahu esensi dari peringatan hari Kartini. Kegiatan tersebut lebih bersifat mendidik karena penghargaan jatuh kepada orang-orang yang memang berhak untuk menerimanya, yakni orang-orang yang mempunyai semangat juang tinggi untuk mempertahankan dan meninggikan derajatnya sebagai kaum perempuan. Sudah selayaknya, kaum perempuan Indonesia untuk bangkit melawan ketidakberdayaan hidup.

 

Satu komentar (+add yours?)

  1. tenanan po..?
    Apr 19, 2009 @ 06:58:06

    yo…wez..woro2 ae karo mbok2 sak endonesia…ra sah rayakan hari kartini, saiki ngolek dit angel…yo wiz kerjaan simbok saiki momong anak karo angon mbojo…ra sah diadakan lomba masak2 lomba kebaya, balap karung, dandani mbojo, mung diadakan lomba simbok ngluku ae,,ben bapak2 sing nandur pari…saiki kan jaman emansipasi perempuan,, tepat, saiki prempuan njarah garapan lanang…ayo para lanang….biarke poro wadon kui jajah laki laki,,,mbesok de e juga arep dadi kenek bis,tukang gali kuburan,,saiki jaman laki2 penak2an, kerjaan turu tur maem….

    Balas

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.